
Bagi Pengusaha Kena Pajak, urusan faktur pajak jarang sesederhana mengisi nomor lalu klik simpan. Di balik satu kode transaksi, ada konsekuensi pada dasar pengenaan pajak, perhitungan PPN, dan ketepatan administrasi yang akan memengaruhi kelancaran pelaporan. Karena itu, kode faktur pajak 040 perlu dipahami dengan cermat, terutama oleh PKP yang rutin menangani transaksi dengan karakter khusus.
Kode 040 dipakai ketika Dasar Pengenaan Pajak menggunakan nilai lain, bukan harga jual atau penggantian biasa. Situasi ini sering muncul pada transaksi pemakaian sendiri, pemberian cuma-cuma, penyerahan melalui perantara, jasa pengiriman paket, hingga transaksi lain yang memang diatur khusus oleh ketentuan perpajakan. Di era e-Faktur Coretax, ketepatan memilih kode menjadi makin krusial karena sistem meminta data yang lebih tertib dan konsisten.
Apa itu Kode Faktur Pajak 040?
Kode faktur pajak 040 adalah kode transaksi yang dipakai untuk penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa nilai lain. Dengan kata lain, angka yang dipakai untuk menghitung PPN tidak mengikuti harga jual atau penggantian secara langsung, melainkan formula yang sudah ditentukan peraturan.
Kode ini menandai bahwa transaksi yang terjadi memiliki perlakuan pajak khusus. Karena itu, PKP tidak cukup hanya melihat nilai tagihan yang tercantum di invoice. Harus ada proses identifikasi dulu apakah objek transaksi memang masuk kelompok nilai lain. Dari sini terlihat bahwa kode 040 bukan sekadar pilihan administratif, melainkan bagian dari kepatuhan pajak yang menyangkut substansi transaksi.
Dasar Hukum Kode Faktur Pajak 040
Penggunaan kode faktur pajak 040 bertumpu pada aturan yang mengatur nilai lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak dan administrasi faktur pajak elektronik. Untuk kebutuhan pengisian yang mutakhir, PKP perlu memperhatikan pembaruan regulasi yang berlaku pada sistem Coretax dan ketentuan PPN terbaru.
Beberapa rujukan yang menjadi pijakan penting adalah ketentuan mengenai nilai lain sebagai DPP, aturan pelaksanaan pelaporan pajak melalui sistem inti administrasi perpajakan, dan penjelasan DJP mengenai penggunaan kode transaksi 04 untuk penyerahan yang DPP-nya memakai nilai lain. Dalam pembaruan regulasi terbaru, pengaturan nilai lain juga tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan skema penghitungan PPN yang lebih terkonsolidasi.
Format Nomor Faktur Pajak 040
Nomor faktur pajak terdiri dari 16 digit. Dua digit pertama menunjukkan kode transaksi, satu digit berikutnya menunjukkan status faktur, dan 13 digit terakhir merupakan Nomor Seri Faktur Pajak atau NSFP. Struktur ini membantu sistem mengenali jenis transaksi sekaligus membedakan faktur normal dengan status lainnya.
Pada kode faktur pajak 040, bentuk umumnya terbaca sebagai 040.XXXXXXXXXXXXX. Dua digit awal menunjukkan kode transaksi 04, digit berikutnya menunjukkan status faktur, lalu sisanya adalah NSFP yang bersifat unik. Titik di tengah hanya memudahkan pembacaan, bukan bagian inti dari identitas nomor faktur.
Di sistem Coretax, PKP juga perlu memperhatikan pengisian kode barang atau kode jasa. Jika tidak ada kode yang benar-benar sesuai, penggunaan kode umum dapat dilakukan sepanjang tetap selaras dengan jenis transaksi yang dilaporkan dan mengikuti petunjuk pengisian yang tersedia.
Perbedaan Kode Faktur Pajak 040 dengan Kode Lain
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah transaksi tertentu harus memakai kode 040 atau kode lain. Pertanyaan ini wajar, karena kesalahan memilih kode dapat membuat faktur perlu diperbaiki.
Berikut gambaran ringkas perbedaannya:
| Kode | Kegunaan Umum | Karakter Transaksi |
|---|---|---|
| 010 | Penyerahan BKP atau JKP umum | Transaksi biasa dengan harga jual atau penggantian |
| 020 | Penyerahan kepada pemungut PPN | Transaksi yang dipungut pihak lain sesuai ketentuan |
| 040 | DPP nilai lain | Transaksi dengan dasar hitung khusus |
| 070 | Penyerahan dengan fasilitas tertentu | Transaksi yang mendapat fasilitas perpajakan |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa kode 040 tidak dipakai untuk semua transaksi. Jika penyerahan bersifat normal dan tidak memiliki skema nilai lain, kode yang digunakan tentu bukan 040. Sebaliknya, ketika transaksi masuk kategori khusus yang diatur sebagai nilai lain, barulah kode ini dipilih.
Kapan Kode Faktur Pajak 040 Digunakan?
Kode 040 digunakan ketika transaksi PKP memang berada dalam kelompok DPP nilai lain. Jenis transaksi ini meliputi beberapa penyerahan khusus yang tidak mengikuti pola pengenaan pajak biasa.
Beberapa transaksi yang umumnya masuk kategori tersebut antara lain:
- Pemakaian sendiri BKP atau JKP
- Pemberian cuma-cuma BKP atau JKP
- Penyerahan media rekaman suara atau gambar
- Penyerahan film cerita
- Penyerahan produk hasil tembakau
- Penyerahan BKP persediaan atau aktiva saat pembubaran perusahaan
- Penyerahan BKP melalui pedagang perantara
- Penyerahan BKP melalui lelang
- Jasa pengiriman paket
- Jasa biro perjalanan atau biro pariwisata
Agar tidak keliru, PKP sebaiknya memeriksa lebih dulu karakter transaksinya. Misalnya, penyerahan barang promosi gratis berbeda perlakuannya dengan penjualan biasa. Demikian juga pengiriman paket oleh perusahaan ekspedisi memiliki struktur pengenaan pajak yang berbeda dari penyerahan barang dagangan biasa.
Contoh Transaksi yang Menggunakan Kode 040
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh transaksi yang dapat membantu PKP mengenali kapan kode ini relevan.
Pemakaian Sendiri Barang Persediaan
Sebuah perusahaan ritel mengambil sebagian barang dagangan dari gudang untuk dipakai sebagai perlengkapan internal toko. Barang tersebut tidak dijual, tetapi tetap menjadi objek PPN sesuai ketentuan pemakaian sendiri. Untuk transaksi seperti ini, kode 040 dapat digunakan karena dasar pengenaannya tidak mengikuti penjualan biasa.
Pemberian Sampel Gratis Kepada Pelanggan
Perusahaan makanan membagikan produk sampel kepada calon pembeli dalam kegiatan promosi. Barang itu tidak ditagihkan ke pelanggan, tetapi tetap masuk kategori pemberian cuma-cuma. Dalam kondisi seperti ini, PKP perlu menggunakan pendekatan DPP nilai lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Jasa Pengiriman Paket
Perusahaan ekspedisi mengenakan biaya pengiriman atas layanan pengantaran paket antarkota. Karena jenis jasa ini termasuk kategori yang diatur khusus, pencatatan faktur mengikuti ketentuan nilai lain yang relevan dengan jasa pengiriman paket.
Penyerahan Melalui Pedagang Perantara
Produsen menyerahkan barang melalui pedagang perantara yang menjualkan produk ke pasar. Alur penyerahannya tidak sama dengan penjualan langsung ke konsumen akhir, sehingga kode 040 lebih sesuai bila objeknya memenuhi kriteria yang ditetapkan aturan.
Cara Menghitung PPN dengan DPP Nilai Lain
Perhitungan PPN untuk kode 040 tidak selalu menggunakan angka tagihan mentah. PKP harus menurunkan dulu nilai dasar ke rumus yang ditetapkan aturan untuk objek yang bersangkutan.
Sebagai ilustrasi, sebuah perusahaan jasa event memberi layanan pengelolaan acara dengan nilai kontrak Rp45.000.000. Jika berdasarkan ketentuan objek transaksinya DPP yang dipakai adalah 11/12 dari nilai penggantian, maka DPP menjadi Rp41.250.000. Dengan tarif PPN 12 persen, PPN terutang dihitung sebesar Rp4.950.000.
Contoh lain, sebuah perusahaan menerbitkan barang promosi gratis senilai pasar Rp84.000.000. Bila transaksi tersebut termasuk pemberian cuma-cuma dan dasar pengenaan pajaknya harus menggunakan formula nilai lain yang berlaku untuk objek itu, maka perhitungan PPN dilakukan dari DPP yang sudah disesuaikan, bukan dari angka pasar secara mentah.
Intinya, PKP perlu memisahkan tiga hal sejak awal, yaitu nilai transaksi komersial, dasar pengenaan pajak, dan pajak terutang. Kalau ketiganya dicampur, hasil faktur bisa meleset.
Cara Membuat Faktur Pajak 040 di e-Faktur Coretax
Di Coretax, pembuatan faktur pajak memerlukan alur yang tertib. PKP perlu memastikan transaksi sudah teridentifikasi dengan benar sebelum memilih kode dan mengisi nominal.
Langkah yang dapat diikuti adalah sebagai berikut:
- Masuk ke akun Coretax PKP.
- Buka menu faktur keluaran atau pembuatan faktur pajak.
- Pilih jenis transaksi yang sesuai.
- Tentukan kode transaksi 04 untuk penyerahan dengan DPP nilai lain.
- Isi identitas lawan transaksi sesuai data yang tersedia.
- Lengkapi data barang atau jasa, termasuk kode yang paling sesuai.
- Masukkan dasar pengenaan pajak sesuai formula transaksi.
- Periksa hasil perhitungan PPN sebelum faktur disimpan atau diterbitkan.
- Simpan faktur dan pastikan statusnya tercatat normal bila tidak ada koreksi.
Untuk transaksi internal atau transaksi tertentu yang tidak memakai pola penyerahan biasa, PKP perlu menyesuaikan isian lawan transaksi dan uraian objek dengan petunjuk sistem. Di tahap ini, ketelitian staf pajak sangat menentukan karena kesalahan kecil bisa membuat faktur perlu dibenahi ulang.
Dokumen Pendukung Faktur Pajak 040
PKP yang ingin menjaga kerapian administrasi sebaiknya menyiapkan dokumen pendukung yang memadai. Ini akan memudahkan verifikasi internal, pemeriksaan pajak, dan penelusuran bila ada koreksi data.
Dokumen yang umumnya perlu disimpan antara lain:
- Invoice atau bukti tagihan
- Bukti penyerahan barang atau jasa
- Berita acara atau dokumen internal untuk pemakaian sendiri
- Dokumen pemberian sampel atau pemberian cuma-cuma
- Kontrak jasa atau perjanjian kerja sama
- Daftar barang atau jasa yang diserahkan
- Bukti penentuan nilai dasar bila menggunakan formula khusus
Semakin lengkap arsip yang disiapkan, semakin mudah pula PKP menjelaskan latar transaksi ketika diminta penjelasan oleh auditor internal atau fiskus.
Risiko Jika Salah Menggunakan Kode Faktur Pajak 040
Salah memakai kode 040 bukan perkara kecil. Dampaknya bisa merembet ke administrasi pajak keseluruhan, terutama jika faktur sudah terlanjur diterbitkan dan dilaporkan.
Beberapa risiko yang dapat muncul antara lain:
- Faktur perlu dibatalkan atau diganti
- SPT Masa PPN harus dikoreksi
- Pajak masukan pihak lawan transaksi berpotensi terganggu
- Muncul perbedaan data antara sistem internal dan pelaporan pajak
- Ada risiko temuan saat pemeriksaan atau klarifikasi
Kesalahan paling sering terjadi saat PKP menganggap transaksi terlihat biasa, lalu memilih kode yang terlalu umum. Padahal, ketika objeknya termasuk nilai lain, kode yang dipilih harus mengikuti karakter transaksinya. Kesalahan lain adalah memakai rumus DPP yang keliru sehingga angka PPN ikut meleset.
Kesalahan Kode Faktur Pajak 040 yang Sering Terjadi
Beberapa kekeliruan yang kerap muncul ketika PKP memakai kode 040 di antaranya:
- Memilih kode 01 untuk transaksi yang seharusnya memakai kode 04
- Menghitung PPN dari harga tagihan tanpa menyesuaikan DPP nilai lain
- Mengisi uraian barang atau jasa terlalu umum sehingga sulit ditelusuri
- Memakai referensi transaksi lama tanpa mengecek pembaruan aturan
- Tidak memeriksa kembali status faktur sebelum diterbitkan
Menghindari kesalahan-kesalahan ini tidak sulit, selama PKP membiasakan proses pengecekan berlapis. Mulai dari jenis transaksi, dasar hukum, formula DPP, sampai tampilan akhir faktur, semuanya perlu dilihat satu per satu.
Tabel Ringkasan Penggunaan Kode Faktur Pajak 040
| Jenis Transaksi | Pakai Kode 040 | Catatan |
|---|---|---|
| Pemakaian sendiri BKP/JKP | Ya | Mengikuti ketentuan nilai lain |
| Pemberian cuma-cuma BKP/JKP | Ya | Perlu dasar pengenaan pajak yang sesuai |
| Jasa pengiriman paket | Ya | Termasuk kategori khusus |
| Penyerahan melalui pedagang perantara | Ya | Bergantung pada objek transaksinya |
| Penjualan normal | Tidak | Umumnya memakai kode transaksi umum |
| Penyerahan dengan fasilitas tertentu | Tidak selalu | Perlu melihat kode transaksi yang berlaku |
Tabel diatas dapat membantu PKP melakukan pengecekan cepat sebelum faktur dibuat. Jika transaksi tidak cocok dengan karakter nilai lain, maka kode 040 sebaiknya tidak dipilih.
Pertanyaan Umum Seputar Kode Faktur Pajak 040
- Apakah kode 040 hanya untuk pemakaian sendiri?
Tidak. Kode ini juga digunakan untuk transaksi lain yang menggunakan DPP nilai lain, termasuk pemberian cuma-cuma dan beberapa penyerahan khusus lain sesuai ketentuan. - Apakah kode 040 masih berlaku di Coretax?
Ya, kode transaksi 04 tetap digunakan dalam administrasi faktur pajak elektronik yang terhubung dengan sistem Coretax, selama transaksi memang memenuhi kriteria nilai lain. - Apakah tarif PPN untuk kode 040 berbeda dengan transaksi biasa?
Tarif PPN mengikuti ketentuan yang berlaku secara umum. Yang membedakan adalah dasar pengenaan pajaknya, bukan semata-mata tarif nominalnya. - Apakah faktur dengan kode 040 bisa dikreditkan?
Sepanjang memenuhi syarat material dan formal, faktur tetap dapat diperlakukan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Namun, validitasnya tetap bergantung pada ketepatan jenis transaksi dan isian faktur. - Apakah semua jasa pengiriman wajib memakai kode 040?
Tidak semua. Yang perlu dilihat adalah klasifikasi transaksi dan dasar pengenaan pajaknya. PKP sebaiknya merujuk pada jenis jasa yang benar sebelum memilih kode.

Managing Partner sekaligus penulis di Trust Tax Consultant dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang perpajakan. Heru Prasetiawan memiliki sertifikasi Brevet A & B serta keahlian dalam perencanaan dan kepatuhan pajak, yang mendukungnya dalam memberikan solusi perpajakan yang efektif dan sesuai regulasi pajak terbaru yang legal.