Passphrase Adalah, Contoh Passphrase Aman dan Tidak Aman

Passphrase adalah kode pengaman khusus yang berfungsi sebagai tanda tangan elektronik atau alat otorisasi untuk melegalkan berbagai tindakan dan transaksi perpajakan secara digital, berbeda dari kata sandi biasa yang hanya digunakan untuk masuk (login) ke dalam akun.

Sistem perpajakan digital menuntut lapisan keamanan ekstra, dan passphrase menjadi salah satu jawabannya. 

Apa Itu Passphrase dalam Sistem Coretax DJP?

Secara sederhana, passphrase merupakan rangkaian karakter yang berfungsi sebagai kunci otorisasi atas tindakan tertentu di sistem Coretax DJP. Berbeda dari password yang dipakai untuk masuk ke akun, passphrase baru diminta saat wajib pajak hendak mengesahkan atau menyetujui proses yang sifatnya final.

Kehadiran passphrase memperkuat lapisan keamanan pada ekosistem perpajakan digital. Setiap kali passphrase dimasukkan, sistem mencatat aktivitas tersebut sebagai jejak audit yang bisa ditelusuri sewaktu-waktu.

Ketentuan mengenai passphrase mengacu pada kebijakan resmi Direktorat Jenderal Pajak yang berlaku di portal Coretax DJP. Bagi pelaku UMKM maupun wajib pajak pribadi, keberadaan passphrase menandakan bahwa DJP menaruh perhatian serius pada aspek keamanan transaksi pajak digital.

Contoh Passphrase yang Aman dan Direkomendasikan

Membuat passphrase tidak bisa sembarangan sebab karakter yang lemah membuka celah penyalahgunaan. Berikut kriteria yang layak dijadikan acuan:

  • Terdiri dari minimal 8 karakter agar lebih sulit ditebak.
  • Menggabungkan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol dalam satu rangkaian.
  • Menghindari pola yang mudah ditebak, seperti nama perusahaan atau tanggal lahir.
  • Bersifat unik dan tidak dipakai ulang di akun atau sistem lain.
  • Menggunakan simbol standar seperti tanda seru (!), pagar (#), atau (@), bukan simbol seperti tanda kutip satu, garis miring, atau tanda tambah yang berpotensi ditolak sistem.

Sebagai gambaran, format seperti CtX@2026_Pjk bisa dijadikan contoh passphrase yang cukup kuat. Kombinasi huruf, angka, dan simbol pada contoh tersebut jauh lebih tahan terhadap upaya peretasan dibanding rangkaian angka biasa.

Contoh Passphrase yang Sebaiknya Dihindari

Selain mengenali format yang aman, wajib pajak juga perlu mewaspadai pola yang rawan disalahgunakan pihak lain.

  • Tanggal lahir pribadi atau anggota keluarga.
  • Nama perusahaan, merek dagang, atau NPWP.
  • Urutan angka sederhana seperti 12345678.
  • Kata umum yang mudah ditebak, misalnya “password” atau “coretax”.

Passphrase dengan pola seperti daftar di atas meningkatkan risiko penyalahgunaan sekaligus memperbesar kemungkinan proses pajak tertunda karena verifikasi gagal berulang kali.

Perbedaan Passphrase dan Password di Coretax DJP

Sebagian pengguna masih menyamakan passphrase dengan password, padahal keduanya memiliki fungsi berbeda dalam ekosistem Coretax DJP. Kekeliruan ini sering membuat proses pengesahan dokumen tertunda tanpa alasan yang jelas.

Berikut perbedaan mendasar antara keduanya:

AspekPasswordPassphrase
Fungsi utamaMasuk ke akun CoretaxMengesahkan tindakan pajak yang bersifat final
Waktu penggunaanSetiap kali loginHanya saat proses final atau berdampak hukum
Risiko kebocoranAkses akun disalahgunakanTransaksi pajak disalahgunakan
Tingkat kerahasiaanTinggiLebih tinggi
Cara reset jika lupaFitur “Lupa Kata Sandi” di halaman loginMenu “Portal Saya” lalu “Pengajuan Kode Otorisasi/Sertifikat Digital”

Perbedaan ini perlu diperhatikan secara cermat karena kesalahan dalam mengelola keduanya bisa berdampak pada aspek administratif dan hukum, terutama bagi badan usaha yang memiliki lebih dari satu operator pajak.

Fungsi Passphrase dalam Proses Perpajakan Digital

Fungsi passphrase pada Coretax DJP tidak berhenti pada urusan keamanan semata. Ada beberapa peran strategis yang melekat pada mekanisme ini.

  1. Otorisasi tindakan pajak final
    Passphrase memvalidasi persetujuan dokumen sebelum proses dilanjutkan ke tahap berikutnya. Tanpa passphrase yang sesuai, sistem otomatis menahan proses tersebut.
  2. Tanda tangan elektronik dalam sistem
    Setiap input passphrase tercatat sebagai jejak digital yang menunjukkan siapa penanggung jawab atas tindakan tersebut.
  3. Pemisahan peran pada wajib pajak badan
    Bagi perusahaan, passphrase membantu memisahkan peran operator harian dengan penanggung jawab pajak, sehingga tata kelola internal lebih terkendali.

Ketiga fungsi tersebut menegaskan posisi passphrase sebagai bagian dari kontrol internal, bukan sekadar formalitas tambahan saat mengoperasikan Coretax.

Kapan Sistem Coretax Meminta Passphrase?

Passphrase tidak diminta pada setiap aktivitas di Coretax DJP. Sistem baru memunculkan permintaan ini saat proses yang dijalankan bersifat final atau berdampak hukum.

Contoh situasinya antara lain saat pengesahan dokumen pajak atau persetujuan atas proses tertentu yang tidak bisa dibatalkan begitu saja. Fokus utamanya terletak pada konteks penggunaan, bukan pada langkah klik teknis semata di layar.

Wajib pajak juga akan diminta menetapkan passphrase saat pertama kali mengaktivasi akun Coretax, sehingga langkah ini sebaiknya dilakukan dengan cermat sejak awal agar tidak menyulitkan di kemudian hari.

Cara Membuat atau Mengubah Passphrase Coretax DJP

Pembuatan passphrase pertama kali biasanya berlangsung saat aktivasi akun Coretax. Meski begitu, penggantian passphrase tetap bisa dilakukan kapan saja selama akses ke akun lama masih tersedia.

  1. Masuk ke portal resmi Coretax DJP
    Akses coretaxdjp.pajak.go.id, lalu login memakai NPWP untuk badan usaha atau NIK untuk pribadi beserta password yang terdaftar.
  2. Buka menu Portal Saya
    Menu ini menjadi pusat pengaturan akun, termasuk permohonan yang berkaitan dengan sertifikat elektronik.
  3. Pilih submenu Pengajuan Kode Otorisasi atau Sertifikat Digital
    Submenu ini dipakai baik untuk membuat passphrase baru maupun mengubah passphrase lama.
  4. Lengkapi data dan verifikasi OTP
    Sistem menampilkan data identitas yang terdaftar, kemudian mengirim kode OTP ke email resmi untuk memastikan permohonan berasal dari pemilik akun yang sah.
  5. Buat passphrase baru sesuai ketentuan sistem
    Kombinasi karakter yang dipilih perlu mengikuti syarat panjang dan jenis karakter yang berlaku, serta menghindari simbol yang berpotensi ditolak sistem.

Passphrase baru yang berhasil dibuat perlu segera dicatat dan disimpan di tempat yang aman, sebab sistem Coretax tidak menyimpan salinan yang bisa ditampilkan ulang di kemudian hari.

Langkah Menggunakan Passphrase di Coretax DJP

Berikut tahapan penggunaan passphrase yang berlaku secara umum saat mengesahkan dokumen di sistem Coretax DJP:

  1. Masuk ke akun Coretax DJP
    Wajib pajak login menggunakan username dan password yang telah terdaftar. Pada tahap ini passphrase belum dibutuhkan.
  2. Menjalankan proses pajak tertentu
    Setelah berhasil masuk, aktivitas pajak yang tersedia di sistem dapat dijalankan sesuai kebutuhan, mulai dari pembuatan dokumen hingga pelaporan.
  3. Sistem meminta validasi passphrase
    Pada tahapan yang sifatnya final, sistem otomatis menampilkan kolom input passphrase sebagai syarat lanjutan.
  4. Memasukkan passphrase yang sesuai
    Passphrase yang telah ditetapkan sebelumnya diinput pada kolom yang tersedia, bukan password login harian.
  5. Sistem melakukan verifikasi
    Jika passphrase sesuai, proses berlanjut dan otomatis tercatat dalam jejak audit. Jika keliru, sistem menolak dan meminta input ulang.
  6. Proses pajak berlanjut atau dibatalkan
    Setelah verifikasi berhasil, alur pajak berjalan sesuai tahapan. Jika gagal berulang, ada baiknya memeriksa kembali passphrase yang tersimpan.

Apa yang Terjadi Jika Passphrase Salah Berulang Kali?

Kesalahan input passphrase yang berulang membuat sistem menolak proses pengesahan dan meminta pengguna mencoba kembali. Semakin sering kesalahan terjadi, semakin besar pula potensi keterlambatan pada proses pajak yang sedang berjalan.

Belum ada keterangan resmi mengenai batas jumlah percobaan sebelum akses dibatasi. Langkah paling aman adalah menghentikan percobaan berulang dan langsung melakukan reset passphrase melalui menu Portal Saya, alih-alih menebak-nebak kombinasi lama yang sudah terenkripsi secara permanen.

Cara Mengatasi Lupa Passphrase Coretax DJP

Passphrase yang sudah dibuat tidak bisa ditampilkan kembali oleh sistem karena disimpan dalam bentuk terenkripsi satu arah. Satu-satunya jalan keluar saat lupa adalah mengajukan reset melalui portal resmi Coretax DJP.

  1. Login menggunakan NIK/NPWP dan password akun
    Pastikan akses ke akun Coretax masih tersedia, sebab password login berbeda dari passphrase yang lupa.
  2. Buka menu Portal Saya
    Pilih submenu Pengajuan Kode Otorisasi atau Sertifikat Digital seperti proses pembuatan passphrase baru.
  3. Verifikasi lewat email atau nomor HP terdaftar
    Sistem mengirim OTP ke kontak resmi yang tercatat di DJP, sehingga kontak tersebut sebaiknya selalu diperbarui.
  4. Tetapkan passphrase baru
    Setelah verifikasi berhasil, passphrase baru dapat langsung dibuat dan digunakan untuk kebutuhan pengesahan dokumen berikutnya.

Layanan reset passphrase ini tidak dipungut biaya. Jika email atau nomor HP yang terdaftar sudah tidak aktif, proses reset mandiri tidak bisa dilakukan, sehingga wajib pajak perlu mendatangi Kantor Pelayanan Pajak terdekat untuk memperbarui data kontak terlebih dahulu.

Kesalahan Umum dalam Mengelola Passphrase Coretax

Sejumlah kekeliruan masih sering terjadi di lapangan, khususnya pada wajib pajak yang baru beradaptasi dengan sistem Coretax.

  • Menyamakan passphrase dengan password
    Kesalahan ini membuat proses validasi ditolak berulang kali karena kredensial yang dimasukkan keliru.
  • Passphrase hanya diketahui satu orang
    Ketergantungan pada satu staf berisiko menghambat proses pajak saat orang tersebut berhalangan atau resign.
  • Tidak ada SOP internal
    Tanpa aturan baku, kewenangan menggunakan passphrase menjadi tidak jelas, sehingga kontrol internal melemah.
  • Lupa passphrase karena jarang dipakai
    Berbeda dari password yang digunakan setiap hari, passphrase hanya muncul sesekali sehingga rawan terlupakan pada momen krusial seperti batas waktu pelaporan.

Dampaknya tidak main-main. Pengesahan dokumen bisa tertunda, kewajiban pajak berpotensi terlambat diselesaikan, dan tim internal harus mengulang proses yang seharusnya bisa selesai lebih cepat.

Tips Mengelola Passphrase agar Proses Pajak Tetap Aman

Pengelolaan passphrase yang tertib membantu proses pajak berjalan lebih lancar tanpa hambatan berarti.

  • Menetapkan peran dan tanggung jawab yang jelas terkait kewenangan memegang passphrase.
  • Menyimpan dokumentasi internal tanpa mencantumkan passphrase mentah pada file yang mudah diakses banyak pihak.
  • Melakukan rotasi passphrase secara berkala sebagai langkah pengamanan tambahan.
  • Memberikan edukasi rutin kepada operator pajak dan admin terkait fungsi serta risiko passphrase.

Bagi pelaku UMKM maupun wajib pajak pribadi yang merasa kewalahan mengelola administrasi pajak digital, pendampingan dari konsultan pajak berpengalaman bisa menjadi solusi. 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

  • Apa itu passphrase pada Coretax?
    Passphrase pada Coretax adalah kunci otorisasi berupa rangkaian karakter yang dipakai untuk mengesahkan tindakan pajak tertentu, seperti tanda tangan elektronik pada dokumen perpajakan.
  • Apa beda password dan passphrase Coretax?
    Password dipakai untuk masuk ke akun Coretax, sedangkan passphrase dipakai untuk menyetujui atau mengesahkan proses pajak yang sifatnya final dan tidak digunakan setiap hari.
  • Bagaimana cara mengatasi lupa passphrase Coretax?
    Lupa passphrase diatasi dengan mengajukan reset lewat menu Portal Saya pada portal resmi Coretax DJP, dilanjutkan verifikasi OTP melalui email atau nomor HP terdaftar, lalu membuat passphrase baru.
  • Apakah reset passphrase Coretax dikenakan biaya?
    Layanan reset passphrase, baik dilakukan mandiri lewat portal maupun dengan bantuan petugas di Kantor Pelayanan Pajak, tidak dipungut biaya.
  • Apa yang terjadi jika salah memasukkan passphrase berulang kali?
    Sistem akan menolak proses dan meminta input ulang. Jika kesalahan terus berulang, opsi paling aman adalah melakukan reset passphrase, bukan terus mencoba menebak kombinasi lama.
  • Bisakah passphrase lama dilihat kembali setelah dibuat?
    Tidak bisa. Passphrase disimpan dalam bentuk terenkripsi satu arah sehingga sistem Coretax tidak menyediakan fitur untuk menampilkan ulang passphrase yang sudah pernah dibuat.
Scroll to Top